Rezeki telur tak pernah sepi

Diposting oleh Teguh Jiwabrata

Lantaran termasuk salah satu bahan kebutuhan pokok, telur selalu strategis dan menguntungkan bagi pengusaha yang menggelutinya. Kebutuhannya pun semakin bertambah seiring kian meningkatnya pendapatan masyarakat.

telur-2.jpg telur-2.jpg Meski  sempat ragu,  peluang bisnis reseller telur yang ditangkap  Saripudin JY,(38), pengusaha telur ayam negeri di Tangerang,  berhasil melimpahkan rezeki.   Ia mengaku, pada awalnya  seorang teman mengajak bisnis agen telur.  Tawaran tersebut ditolak sampai dua kali, sebelum akhirnya  diiyakan. Maklum  ia sudah membayangkan  dulu.  risikonya nanti telurnya pecah, atau busuk dan sebagainya.  
Awal Ramadan 2008,  Saripudin memulai  berdagang telur skala kecil.  Berbelanja dari agen yang tersebar di daerah Tangerang.  “Kadang saya belanja 50 peti. Lalu saya kirim ke warung-warung.  Ada yang minta 1 peti, 2 peti.  Habis tuh 50 peti.   Suatu saat ada agen kecil yang memesan 100 peti setiap hari.  Kalau belanja di daerah sekitar sini untungnya tipis.  Lalu saya coba belanja telur dari Jawa Timur,” kata pria yang mengaku tak tamat SMU itu.

Untuk memulai usaha tersebut, Saripudin mengeluarkan   Rp 112 juta sebagai modal awal,  dari pinjaman Bank BRI.  “Alhamdulilah sampai sekarang  pelunasannya lancar.  Bisa punya mobil dua, beli motor buat karyawan,” katanya. 

Bagi Saripudin, memulai usaha itu tak cukup dengan modal.  Karakter dan peta pasar harus dikuasai terlebih dulu.  Agar berjalan efektif, sebaiknya lokasi usaha berjauhan dengan agen besar yang sudah ada.  “ Bisnis agen  telur sebenarnya adalah bisnis jaringan. Jadi jangan sampai terjadi perebutan pasar antar agen.  Soalnya hal tersebut justru merusak jaringan yang sudah terbentuk,” papar Saripudin.
 
Omzetnya sekitar Rp 25 juta/hari
Pahit dan manis bisnis telur telah dicecap Saripudin.  “Senangnya, ketika laris-manis dipesan  dalam jumlah banyak.  Ratusan peti telur dijual dalam sehari.  Terutama saat hari raya, saya bisa jual telur sebanyak 2 truk,”  tutur ayah 2 puteri ini.  Pengalaman Saripudin membuktikan,  selain  menjelang  Lebaran, Natal dan tahun baru,  permintaan telur melonjak pada bulan-bulan muda seperti  Januari, Februari, Maret.

Namun  terkadang  ia juga harus menelan pil pahit, ketika jumlah telur yang diterima banyak yang pecah dan busuk.  “Kadang-kadang peternak curang mengoplos telur baru dengan telur lama.  Maka hati-hati kalau cari peternak.  Harus yang memiliki reputasi baik,” imbuhnya.  Untung, selama ini  jumlah telur yang rusak tak lebih dari 15%.  Saripudin mengaku, saat memulai merintis relasi di Jawa Timur sama sekali tidak ada rasa kawatir kalau-kalau ditipu.  “Saling percaya saja.  Ditransfer dulu separuh.  Setelah barang saya terima, baru dilunasi.”  
Saripudin membidik  penjual partai besar atau agen-agen.  Dengan demikian ia tidak melayani konsumen eceran.  Minimal penjualan 1 peti.  Bisnis telur ayam negeri lebih menjanjikan dibandingkan dengan bisnis jenis telur bebek, ayam kampung dan puyuh.  Pasalnya,  konsumen telur ayam negeri lebih banyak daripada konsumen jenis telur lain. 
Setiap hari Saripudin sanggup menjual telur sebanyak 1 truk,  berisi 140 peti.  Sedangkan dalam setiap peti berisi  14,5 kg telur.  Satu peti telur dijual seharga Rp 192.000.  Berdasar keterangan  tersebut, dapat diasumsikan omzet yang ditangguk Saripudin berkisar antaran Rp 25 – 26 juta / hari. 


Cara benar menyimpan telur

  1. Jangan dicuci agar tidak mudah busuk
  2. Jauhkan dari bahan beraroma tajam seperti ikan, durian, dan terasi.
  3. Disimpan dalam rak atau peti, dibalikkan setiap dua hari untuk menjaga kualitasnya
  4. Menuntut suhu sejuk, bila perlu ruang pendingin
  5. Posisi telur sebaiknya berdiri.  Bagian yang lebih lebar (tumpul) di bawah. Cara ini membuat posisi kuning tetap terletak di tengah.
 
3 Pola Pasar Telur
  1. Pengusaha menjual langsung ke pasar-pasar.
Daerah pemasaran hanya pasar-pasar yang terdapat di kabupaten yang sama dengan daerah produsen telur yang bersangkutan.
 
  1. Pengusaha memperkerjakan tenaga pemasaran.
Para tenaga pemasaran itu disebar di kota-kota besar untuk mencari pesanan dalam jumlah besar dan harga yang cukup baik. Kota yang menjadi daerah pemasaran utama untuk produksi telur dari wilayah ini adalah DKI Jakarta dan sekitarnya.
 
  1. Penjualan melalui distributor dan agen. 
Pengusaha telur akan mendistribusikan kepada konsumen akhir melaui ditributor.  Kemudian diteruskan oleh agen-agen, warung dan sampai ke tangan konsumen akhir. 

Menyiasati gejolak  harga 
Harga sentra produksi telur di Blitar, Jawa Timur menjadi acuan.  Sebab, mayoritas telur yang beredar di Jawa berasal dari daerah tersebut.  Oleh karena itu, calon agen telur harus mengetahui harga standar telur terkini di Blitar. 
*).  Bila  harga naik stok bisa ditambah. Sebaliknya, ketika harga turun jumlah yang diambil  secukupnya saja.
*).  Harga telur di Blitar memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nilai jual di tempat Anda berdagang. Ditentukan oleh tenggat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengiriman telur.
*). Pengiriman ke  Jawa Barat dan Jakarta rata-rata butuh waktu 1 hari.  Bila harga telur di Blitar hari ini turun, maka harga  di tempat Anda  akan turun  keesokan harinya. Namun, jika harga di Blitar naik maka harga di tempat Anda langsung naik tanpa menunggu keesokan harinya.
*). Untuk pasar luar Jawa  dengan waktu pengiriman lebih dari tiga hari, agen telur lebih mudah mencari keuntungan.   Meskipun harga telur di Blitar sudah turun,  efeknya masih cukup lama untuk sampai ke lokasi penjualan telur di luar Jawa.  Dengan mengetahui tren pasar seperti ini, usaha telur yang Anda tekuni bisa tetap menangguk laba meskipun harga sedang bergejolak
Gravatar
Teguh Jiwabrata
Editor in Idebisnis magazine.
comments powered by Disqus